Minggu, 21 Februari 2010

Proses pembuatan Batu Bata


PROSES PEMBUATAN BATU BATA

Bahan baku
-         Tanah Liat
-         Air
-         Abu sisa dari pabrik gula

Alat –alat
-         Cangkul
-         Pencetak Batu Bata
-         Mesin Penggiling batu bata
-         Mesin Pembakar / Tungku Pembakaran
-         Kayu Bakar / batu bara

  1. Pertama – tama semua bahan – bahan seperti tanah , abu sisa gula  di campur / di aduk menggunakan cangkul, dengan perbandingan 1 : 4 bagian tanah ,kemudian di lumatkan dengan air hingga menjadi adukan. Kemudian adukan tadi dipadatkan  kedalam mesin penggiling.
     



http://ksupointer.mypointer.info/wp-content/uploads/2009/04/100_7803-300x199.jpg







  1. kemudian bahan yang sudah jadi di cetak menggunakan cetakan yang sudah tersedia dengan ukuran 6 cm x 10 cm x 20 cm
   
  1. Kemudian batu bata yang masih basah di susun memanjang dan melebar sesuai kapasitas tempat.
   

  1. setelah disusun batu bata tersebut di jemur untuk di keringkan, proses pengeringan waktunya 1 hari bila keadaan cuaca panas, tapi jika keadaan cuaca hujan atau mendung bisa memakan waktu 5 hari atau lebih. Tujuan di keringkan supaya daya ikatan bahan tanah kuat dan tidak mudah patah.
     
  1. setelah batu bata tadi benar-benar kering maka batu bata kering tersebut dibakar selama dua hari dua malam  di sebuah ruangan ,atau di sebut Open batu bata yang ruang pembakarannya bisa menampung 100.000 bata. Bahan bakarnya berupa kayu bakar atau menggunakan  batu bara. Proses pembakaran biasanya dilakukan sebulan sekali, menunggu terkumpulnya batu bata kering. Biasanya memerlukan 3 tenaga pekerja untuk mengawasi proses pembakaran.
     

Tempat pembakaran


  1. Setelah dibakar kemudian di dinginkan, barulah batu bata siap  dijual, biasanya banyak orderan dari pihak mebel dan pembeli perorangan, dengan harga 1 bata nya Rp.400 – Rp. 500 belum termasuk ongkos kirim.
    

0 komentar:

Poskan Komentar